5 Alasan Mengapa Jeda Internasional Dibenci

Agen Judi Piala Dunia Terpercaya – Ada dua jenis penggemar di seluruh dunia. Mereka yang gemar membenci jeda internasional, dan mereka yang benar-benar gemar membenci jeda internasional. Inilah ulasannya:

 

Cedera

Kutukan terhebat dari pertandingan persahabatan pada pertengahan musim adalah cedera saat bertugas untuk negara. Bayangkan, Mohamed Salah yang sedang on-fire bersama Liverpool, mendapat cedera dalam pertandingan persahabatan melawan Yunani nanti ditengah perjuangan Klopp menjaga stabilitas posisi klasemen yang bisa saja mengakibatkan fans Liverpool menjadi gila setelah mengetahui absensinya akibat cedera.

Para pelatih dan penggemar selalu menahan nafas mereka saat jeda internasional dan berharap bahwa pemain terpenting mereka tidak membawa oleh-oleh cedera ketika pulang nanti. Sekarang berhentilah membayangkannya dan berharaplah itu tidak akan terjadi!

 

5 Alasan Mengapa Jeda Internasional Dibenci

 

Konflik Antara Klub dan Negara

Tidak ada yang lebih membuat frustrasi ketika harus mendukung pemain yang anda tidak sukai. Selama jeda internasional, kita seakan-akan dipaksa untuk mendukung pemain tertentu yang anda benci (anggap saja Diego Costa) hanya karena anda mendukung Spanyol.

Para pemain yang kita dukung selama pertandingan internasional adalah pemain yang kita benci selama ini, yang selalu rajin mengoleksi kartu pelanggaran atau mandulnya dalam kontribusi gol.

 

Ritme Menjadi Rusak

Tidak dapat disangkal pentingnya ritme bermain dalam kesuksesan sebuah tim seringkali membuat lebih baik bahkan merusak musim sebuah klub. Tim yang telah berjalan dengan baik selama beberapa minggu seringkali kalah pada pertandingan pertama setelah jeda internasional, seringkali terjadi ketika melawan tim yang lebih lemah. Namun ada sisi lain, yaitu kemenangan atas lawan yang jauh lebih tangguh.

Para pelatih sering menegaskan bahwa mereka tidak menyukai jeda internasional dimana para pemainnya menghabiskan waktu tanpa anggota tim yang memungkinkan menghambat kepercayaan antar pemain, apalagi jika dia kembali dari kekalahan saat bertugas nasional.

 

Kualitas Pertandingan Internasional

Kita semua setuju bahwa pertandingan yang dimainkan di tingkat internasional tidak jauh dengan apa yang ditawarkan di liga papan atas Eropa. Belgia akan bermain melawan Arab Saudi tentu tidak membawa antusiasme sehebat derby Manchester. Meskipun ada sesekali pertandingan besar seperti Inggris melawan Italia nanti.

Kualitas permainan di pertandingan nanti pun akan tidak sesuai standar. Kebanyakan para pemain akan berhati-hati agar tidak cedera. Lini pertahanan akan tidak melakukan tekel habis-habisan. Pertandingan persahabatan internasional tidak cukup membuat kita diam terpaku di kursi dan kita tidak akan pernah yakin apakah itu akan terjadi.

 

Jadwal Pertandingan Yang Menumpuk

Dengan tim yang bermain sebanyak tujuh pertandingan dalam dua minggu (terutama pada bulan Desember), membawa dampak pada tubuh pemain yang rentan terkena cedera atau membuat lemah pada sisa musim.

Mungkin salah satu solusi yang dapat diadopsi FIFA adalah membuka jendela transfer dua kali dalam setahun jika pertandingan persahabatan tetap diadakan sehingga tidak akan menghalau klub dalam mempertaruhkan pemain mereka, atau mengurangi penumpukan pertandingan internasional yang tidak perlu.