Real Madrid Mengalahkan PSG Untuk Mencapai Delapan Besar Liga Champions

Agen Sbobet Casino – Real Madrid Mengalahkan PSG Untuk Mencapai Delapan Besar Liga Champions. Selamat tinggal Paris, sebuah tim dengan semua ambisinya yang tampaknya tidak dapat melewati indahnya musim semi. Malam yang mencekam dan bergemuruh di Parc des Princes dibungkam oleh gol pada babak kedua dari Cristiano Ronaldo dan Casemiro yang cukup untuk memadamkan harapan dan ambisi Paris Saint-Germain untuk lolos ke delapan besar Liga Champions.

 

Dari sinilah Unai Emery sudah seharusnya mulai takut dengan masa depannya. Pada akhirnya tim galácticos plastiknya, yang hanya tersisa 10 pemain, di stadion kandang nan megahnya sendiri akhirnya terbungkam, direndahkan, berantakan dan dijinakkan oleh galácticos yang sesungguhnya malam itu.

 

Real Madrid Mengalahkan PSG Untuk Mencapai Delapan Besar Liga Champions

 

Seperti biasa, Parc des Princes adalah sebuah goa yang hiruk-pikuk dan ramai sebelum kick-off, dengan suara gemuruhnya yang terpantul oleh dukungan para pendukung PSG, layaknya sebuah perayaan besar yang setara dengan intimidasi. Ya, ini adalah salah satu paradoks sebuah klub besar yang sedang meningkat dalam mempertahankan inti penghayatan dengan penuh semangat dan ambisi. Sepakbola adalah hal yang unik. Anda tidak bisa membunuhnya. Tidak akan pernah.

 

Fais nous rêver!” (Buatlah Kami Bermimpi!) Bacalah spanduk merah besar yang terbentang tepat sebelum kick-off itu, dan bahkan tanpa €222juta yang cedera, Unai Emery tetap menerjunkan koleksi bakat untuk membangkitkan imajinasi mereka.

 

PSG memulainya dengan tekanan dengan memasang Rabiot-Verratti-Motta pada lini tengah dimana mereka adalah lini tengah yang sangat solid. Terutama Rabiot yang mampu bangkit dari keterpurukan pada bursa transfer Januari kemarin.

 

Bagi Madrid ada saat kegamangan ketika dikabarkan Toni Kroos dan Luka Modrić gagal menjadi starter awal malam itu. Dengan Lucas Vázquez dan Mateo Kovacic yang menggantikan mereka menjadikan pergeseran prediksi mengarah kepada tuan rumah di atas kertas kekuatan tim-galáctico.

 

Jadi, raksasa bertemu dengan raksasa, atau lebih tepatnya “uang baru” berjumpa dengan “uang lama”. Reuni antara dua tim yang sangat kuat dengan keuangannya, terutama dalam mengimpor bakat dengan berlabelkan reputasi internasional, bertemu untuk membuktikan rezim mana yang lebih baik di abad ke-21 walaupun bukan pada level final Liga Champions.

 

Sangatlah tidak adil untuk menganggapnya sebagai kegagalan yang tidak tanggung-tanggung. Dominasi domestik PSG musim ini sangat tangguh, bahkan hingga memperhitungkan kekuatan finansial mereka. Namun kegagalan untuk memenangkan satu pertandingan KO Liga Champions tampak sangat memberatkan PSG. Selain itu, sudah lebih dari €1miliar telah dihabiskan dan PSG sama sekali tidak mendekati kejayaan Liga Champions.